Wednesday, November 05, 2014

Ada Dedek di Perutku (Diary Bumil Polos Bagian I)

Kita semua tahu bahwa pertanyaan mendasar selanjutnya dalam hidup, setelah kita menikah adalah: udah isi belum? Yakinlah, pertanyaan yang sama pun saya peroleh setiap saat dari berbagai kalangan manusia.

Saya termasuk dalam golongan kaum wanita yang ingin hamil dan melahirkan anak. Dalam ketenangan saya menjawab setiap pertanyaan sebetulnya tersimpan kegundahan yang luar biasa tentang kapan kah kiranya Tuhan mengizinkan saya menggendong amanahNya tersebut. Menyaksikan kawan-kawan dekat banyak yang belum juga dikaruniai buah hati setelah sekian lama mereka menikah, membuat pikiran saya kadang ngelantur juga ke mana-mana. Ada juga kawan yang menikah setelah saya, eh udah hamil aja. Yah walau saya baru menikah 5 bulan, gak boong juga kalau lumayan kepikiran hal ihwal hamil ini.

Kendati saya galau melow marshmellow, namun saya mencoba meyakini satu hal: rejeki untuk dikaruniai anak itu, sama hal-nya dengan jodoh, ya jadi rahasia Tuhan. Mau cepet, mau lama, mau gampang mau susah adalah kehendak Yang Maha Kuasa. Jadi saya percaya, Tuhan akan memberikannya pada waktu yang tepat. Yah itung-itung saya sama suami menikmati masa pacaran dulu karena perkenalan kita yang begitu singkat mungkin masih diperlukan semacam asimilasi dan akulturasi gitu #halahhh.

Tuhan rupanya tidak terlalu lama membiarkan saya termangu tidak jelas. Dua hari yang lalu, setelah terlambat haid hampir 1 bulan, saya memberanikan diri membeli alat tes kehamilan alias testpack. kenapa saya sebut memberanikan diri? karena jujur sudah beberapa kali 'disangka' hamil, beberapa kali pula tes kehamilan dan beberapa kali pula negatif, agak bosen juga. Apalagi kalau udah dengan bersemangat dibawa tes ke klinik dan alhasil masih aja negatif. Walau ga masalah, tapi malu juga saya, kok kayaknya jadi ngebet pengen banget hamil ==> lah emang pengen :P

Tapi tapi....kali ini positif pemirsahhh....*tiba-tiba ada suasana cetar membahana di kamar mandi saat itu. Berhubung saya orangnya ga ekspresif yaa akhirnya datar-datar aja sih rasanya melihat dua garis merah di testpack itu. Bersyukur? pasti, senang? tentu. Hanya saja yang terpikir oleh saya adalah makhluk ini akan menjadi tanggungjawab saya selama sembilan bulan lebih di perut ini. Setelah lahir, akan menjadi tugas saya dan suami untuk mendidiknya. Tidak mudah. Apa yaa...ini benar-benar bukan perkara saya akhirnya hamil, tidak...bahkan lebih dari itu.

Satu hal yang pasti, saat Tuhan kasih calon bayi ini pada saya dan suami, berarti Dia percaya bahwa kami bisa diberi anugerah ini, bahwa kami bisa mengemban tugas berat membentuk generasi selanjutnya yang hebat dalam keluarga kecil kami. Itulah kepercayaan yang menguatkan saya.

Sesaat setelah mengetahui kabar gembira itu, saya menyampaikannya pada keluarga, pada saudara dan sahabat, dan mohon doa restu mereka agar calon bayi ini sehat. Habisnya pas juga suami lagi bertugas di hutan belantara nan tidak ada sinyal, jadinya gak bisa ngabarin dia. Kemudian, mulai mendengarkan aliran nasehat-nasehat dari handai taulan yang membuat saya merasa lebih kuat mengetahui banyak yang sayang sama saya dan gembira dengan kehamilan ini.

Jika ada yang bertanya, gimana kok sampai bisa hamil? Kebanyakan saya menjawab 'tidak tahu'. Yaa karena bagaimanapun itu kehendak Tuhan. Soalnya, 5 bulan yang saya lalui pasca-menikah sungguh adalah 5 bulan yang melelahkan dengan rangkaian kegiatan keluarga dan pekerjaan yang sangat padat. Yang saya lakukan lebih banyak pasrah, menyerahkan segalanya kepada Yang Kuasa, sambil tetap berusaha. Oiya, suami saya waktu itu sering minum susu sapi kemasan satu liter itu yang rasa plain tiap hari. Dicoba saja, siapa tahu bisa membantu, karena ada satu artikel yang menyebutkan bahwa susu menyehatkan sperma, sehingga dia bisa berenang dengan kuat ke tuba falopi (kalo gak salah sebutannya begitu hehehe).

Demikian catatan saya yang pertama, semoga saya tidak segan menuliskan catatan-catatan selanjutnya :)

2 comments:

Rininas said...

Not bad

Ian Konjo said...

Berkunjung mbak... Mau liat2 dulu... Hehehee

Salam kenal dari sulawesi...
http://ian-konjo.blogspot.com