Thursday, February 17, 2011
Menyembunyikan status diri di Facebook, tapi tetap bisa melihat status orang lain?
kamu sebel karena statusmu dari yang penting sampai yang gak penting dibicarakan segelintir orang gak penting dan akhirnya menyebabkan terjadinya hal yang gak penting pula?
oke, mungkin pernyataanku ini sangat berlebay
yang agak-agak logis adalah kamu pengen menghindar dari hingar bingar dunia perfesbukan tanpa menutup akun fesbuk kamu? -> supaya kamu tetap bisa ngelihat status kecengan kamu sih sebenernya
oke, tampaknya pernyataanku gak ada yang gak lebay
ahh lepas dari semuanya, aku pengen membagi tips yang mungkin beberapa teman sudah secara diam-diam melakukannya. Mudah-mudahan tulisan ini tidak mengguncang dunia perfesbukan, karena tiba-tiba beberapa temanmu statusnya ga bisa dilihat setelah mereka membaca tulisan ini -> ampunn gw ge-er banget sih.
Jadi bersiaplah (kita pake bahasa Indonesia aja yah):
1. Buka Akun -> Pengaturan Privasi, lihat menu 'Berbagi Informasi', klik pilihan 'khusus'
2. kemudian di sebelah kanannya ada banyak pilihan, mulai 'Status, foto dan kiriman Anda...hingga...paling bawah...informasi kontak'
3. Nahh di bawahnya tulisan 'Informasi Kontak' ada 'Sunting Pengaturan', klik aja
4. Di baris nomor satu ada 'Kiriman dari saya' klik tanda panah kecil di box sebelahnya, klik 'Ubah suaikan' --> sett dah bahasanya, hehehe
5. Memuat.... alias Loading... --> agak lama, sabar yah ;)
6. Nah keluarlah kombinasi pilihan
> mau statusnya dilihat oleh teman dari teman (buat yg pengen jadi seleb), hanya teman, orang-orang tertentu (kalo kamu klik ini bisa milih 'hanya pada siapa kamu mau nunjukin statusmu), atau hanya saya alias cuman bisa dinikmati sendiri statusnya
> atau kalo kamu mau statusnya gabisa dilihat oleh beberapa orang tinggal klik 'Sembunyikan dari: pilih nama temen'
7. Jangan lupa disimpan perubahannya.
Oiya, saat kamu mengatur statusmu disembunyikan gitu, ostomastis kamu ga akan terlihat onlen untuk Facebooknya, trus gak ada statusmu satupun yang akan tampil di beranda orang tersebut. Pengaturan juga bisa kamu terapkan di foto, tulisan, dan apapun di fesbuk.
Sebetulnya tips ini belum sempurna banget sih, pasti masih banyak pertanyaan. Tadinya juga mau dikasih gambar-gambar petunjuknya, tapi kelamaan ntar, hahaha. Jadi kalo ada yang mau nambahin atau ngulik lagi lebih jauh, silakan saja. Bebas.
Silakan mencoba :))))
Monday, February 14, 2011
Kain Lurik Warisan Budaya Bangsa Indonesia



Hai teman-teman, aku pengen memperkenalkan kain tradisional asli buatan kampung halamanku nih, sebutannya kain lurik. Kalo ada orang asli Yogyakarta biasanya udah familiar sama kain ini, soalnya suka dipakai sama abdi dalem Kraton. Itu loh yg motifnya lurik-lurik gelap trus lengan panjang, kerahnya panjang juga nutup leher, sering deh dijual di pasar tradisional Yogya.
Nah, kalau kain lurik yang mau aku tawarin ini lebih halus, motifnya dan warnanya juga lebih bervariasi. Kain Lurik ini diproduksi di Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten dan sekitarnya yang memang terkenal dengan sentra produksi kain Lurik. Cara membuatnya menggunakan alat tenun, gak jauh beda dari kain songket atau kain Kalimantan gitu deh.
Kain Lurik yang aku tawarin bisa dibuat jadi baju atasan cewe ataupun cowo, dijahit jadi kain untuk dipake buat kondangan, buat hadiah kantor atau acara keluarga, buat aplikasi furniture (misalnya bantal sofa), tas kain, dan sebagainya. Ada juga Lurik yang dikombinasi dengan motif Batik, dan disebut dengan singkatan Lutik (lurik-batik). Stock yang ada di gambar itu berbeda-beda, jadi kalo teman-teman pesen Insya Allah jarang yang nyamain :)
Temen-temen bisa lihat-lihat dulu fotonya. Kalau ukuran dan harganya sih macem-macem:
a. Lurik Batik (ukuran 150 x 105 cm) Rp. 190.000
b. Lurik Klasik (ukuran 250 x 105 cm) Rp. 225.000
c. Lurik Lurik Halus Modern (250 x 85 cm) Rp. 250.000
Kalau masih kurang infonya jangan sungkan untuk komen posting ini, atau kalau mau langsung pesen bisa hubungi aku dulu di 081214678978 - Hanna (SMS Only) atau email aku di silahtowilah@yahoo.com. Harga belum termasuk ongkos kirim. Buat 5 pembeli pertama dapat diskon 10% loh.
Mari kita gunakan produk warisan budaya bangsa... ;)
Thursday, July 29, 2010
Renungan di Ujung Malam

Di ujung malamku aku sempat memikirkan beberapa hal.
1. Lebih penting mana? Kepastian atau kesabaran?
Hidup penuh ketidakpastian, kadang hidup dituntut untuk tangkas membaca situasi dan cerdas menarik suatu keputusan. Buat apa menunggui ketidakpastian padahal yang pasti-pasti masih banyak di luar sana. Saat kita sadar kita tak punya banyak waktu, kita menginginkan kepastian. Seperti kita mendapatkan satu kepastian di atas kepastian lain: kematian dan pajak.
Kesabaran? wow, inilah hal yang abstrak. Kini aku temukan bahwa kesabaran berbanding lurus dengan kesungguhan dan komitmen. Sabar itu ibarat menjanjikan rumah buat kekasihmu (argh tak terpikirkan contoh lain soalnya). Apa yang bisa kau banggakan saat kau baru bisa menata puluhan batu bata? rumah pun belum terlihat bentuknya...
Akan berbeda dengan ketika kau menata batu bata itu satu persatu, lamaa, sabarr, sungguh-sungguh, detail, menambahkan atap, pintu, jendela dan perabot. Apalagi saat kekasihmu tahu bahwa kau membangunnya dengan penuh perjuangan.
Saat kekasihmu menolak rumah tersebut karena berpaling pada orang lain yang entah punya apa...tapi setidaknya kamu sudah memiliki sebuah rumah daann rekam jejak positif dalam perjuanganmu.
2. Penting mana? menjaga citramu (dengan menjaga mulutmu) atau mengendalikan mulut orang lain yang berbicara mengenaimu?
Suatu kali aku berpendapat, menjadi diri sendiri lebih penting. Tapi kenyataannya, mulut orang lain menyediakan perangkap yang berkonfrontasi dengan pendapatku itu. Hah! Kenapa orang-orang selalu melakukan penilaian? Lebih parah lagi mereka lebih senang membicarakan nilai buruk daripada nilai baik.
Ya! orang-orang selalu mencari keburukan untuk dibicarakan, meski orang tersebut hampir sempurna baiknya (lihatlah kisah Rosulullah). Bukan pekerjaan mudah tentu mengendalikan mulut orang lain.
Tapi dari sini aku menarik kesimpulan sangat sederhana: tetap jadi diri sendiri yang meski fleksibel bergaul tapi kendalikan sikap sedemikian rupa sehingga membuat gigi orang satu per satu tanggal sampai mulut mereka kesulitan bicara soal diri kita.
Yah, sekali lagi ini hanyalah renungan di ujung malam...
Wednesday, July 07, 2010
Suatu Hari di Kebun Binatang
Apa yang dilakukan seorang cewek berumur 25 tahun di kebun binatang?
Mengajak ponakan jalan-jalan?...bukan
Atau mengajak anaknya jalan-jalan bersama sang suami?...boro-boro, suami aja belom punya
Melakukan observasi?...walah diriku bukan mahasiswi program spesialis kedokteran hewan
Melakukan kegiatan amal Happy Zoo?...hehehe...hampir benar
Jadi, memang ada kegiatan amal bernama Happy Zoo, tapi kegiatan tersebut diadakan sama temanku bersama komunitas 'Jatinangor 16 May'-nya.
Aku ikut, sebagai salah satu donaturnya, tidak banyak, tapi aku boleh bergabung piknik bersama 100 orang anak dhuafa di Kebun Binatang Kota Bandung. Wow, tidak kulewatkan kesempatan ini. Sudah lama aku ingin sekali pergi ke kebun binatang, tapi di usiaku, aku sempat kesusahan mencari alasan aku kesana. Hingga akhirnya datang ajakan dari temanku itu.
Pagi-pagi, bersama seorang temanku yang lain, kita berangkat dengan bersemangat. Setelah ikut kegiatan bersama anak-anak, termasuk bergoyang-goyang lincah mengikuti tarian-yang-namanya-aku-lupa; kita berkeliling kebun binatang.
Dengan bangga kita berfoto dengan buaya, makhluk yang betah sekali berpose dengan mulut menganga dalam waktu yang lama. Sampai terpikir mungkin buaya masa kini sudah mengerti trend pose alay.
Sambil tersenyum-senyum, kita mengamati kura-kura berbagai ukuran. Sembari terheran-heran dan bergidik, kita berebutan antre dengan anak-anak demi melihat ular-ular berwarna warni. Ular berwarna ijo lucu juga kupikir, hiii...
Di kompleks burung, banyak burung-burung unik dan langka. Mereka juga pintar, dikasih makan kacang nurut -hehehe ya iyalaah. Burung merak jantan, indah sekali, subhanallaah, bulunya warna biru, ekornya panjang. Sayang gak ada yang mau melebarkan ekornya. Mungkin Burung merak betinanya jarang ke salon jadi kurang menarik perhatian burung merak jantan sehingga mereka males nunjukin keindahan ekornya. Terus yang paling menarik adalah burung hantu, lucuuunyaaa minta ampun, gemesin, sampai terbersit niat menculik salah satu dan memeliharanya, hihihi.
Ada kudanil nyebelin, yang pas mau ditonton malah berendem gak muncul-muncul dari kolam air. Terus ada kumpulan siamang, kera yang ternyata punya kantong suara di lehernya. Mereka teriak bersahut-sahutan hingga menarik perhatian banyak pengunjung kebon binantang.
Harimau dan singa adalah binatang yang aku sukai juga, karena mereka juga lucu dan gemesin *gak ada kata-kata lain, hiks. Ada juga beruang madu dan beruang coklat, slruppp...
Oh satu lagi binatang nyebelin, si kalong, kelelawar yang pas ditonton malah tidur, tidur kebalik lagi sambil gelantungan.
Jalan-jalan ditutup dengan makan ayam goreng tepung dan es krim di sudut kebun binatang, fyuhh.
Kesimpulannya: menyenangkan sekali. Dengan melihat binatang-binatang itu aku jadi ingat betapa Allah Maha Kuasa dan Maha Indah. Selain menghilangkan penat, setidaknya ada saat dimana aku bisa melihat makhluk hidup dan bernyawa selain manusia, bukan barang buatan seperti laptop (saat aku di kantor) atau baju dan sepatu (saat pergi ke mall) atau buku atau makanan.
Aku merasa hidup jadi lebih hidup.
Wednesday, April 21, 2010
Nasehat Pernikahan
Istri yang kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah,
setaqwa Aisyah, apalagi setabah Fatimah.
Sedangkan kamu suami yang menikahinya,
tidaklah semulia Muhammad, setaqwa Ibrahim
Setabah Ayyub, segagah Musa, apalagi setampan yusuf,
kalian hanyalah manusia akhir jaman yang punya cita-cita menjadi shalih
dan membangun keturunan yang shalih
Sesungguhnya pernikahan
menginsyafkan kamu betapa perlunya iman dan taqwa
serta mengajari kamu untuk meniti kesabaran
dalam menggapai ridho Illahi
(disalin dari Kata-Kata Mba Lilis Suryani dengan sedikit perubahan)
Selamat menempuh hidup baru Mba Lilis dan Mas Adhi
Tuesday, April 13, 2010
Dear God
Aku menginginkan sesuatu, aku membutuhkannya. Aku belum yakin hal itu sudah benar-benar hilang atau belum. Satu yang pasti, hal itu belum aku miliki sepenuhnya.
Ya Allah, aku tahu bila aku meminta hal itu pada-Mu, Engkau tidak akan segan untuk mengabulkannya.
Tapi permasalahannya apa aku siap untuk menerima semua konsekuensinya dan bertanggungjawab atasnya? Apa hal itu memang baik bagiku? Apakah semua akan baik jadinya ketika aku tahu ini hanya karena aku penasaran?
Sebaliknya, bagaimana aku tahu semua itu ketika aku tak memilikinya? Aku bahkan sempat menyatakan siap dengan baik-buruknya, sebab tak ada hal lain terbersit kecuali aku berniat menerima semua apa adanya. Mungkin aku butuh kesempatan lagi Ya Allah.
Maafkan aku untuk selalu bertanya-tanya dan memprotes semuanya. Inilah aku Ya Allah, aku sedang belajar bersyukur, pun masih terseok-seok dalam menjalaninya.
Aku butuh jawaban untuk mengerti diriku sendiri Ya Allah. Sampaikanlah melalui mimpi di malam nanti atau lewat serangkaian pertandamu di esok hari.
Terima Kasih Allah.
Wednesday, March 10, 2010
Akankah aku mengingkari janji?
Belakangan ponselku memang sering hang, tapi aku cuek. Soalnya tinggal direstart atau cabut-pasang batere, beres deh. Foto-fotoku juga mulai susah diakses, tapi aku tetap cuek. Bahkan dua minggu sebelum kutulis ini, layar ponselku sudah berkedip-kedip gak jelas, hah aku masih cuek. Akhirnya, pada suatu malam minggu ponselku mati total.
Sedih, pasti! Pasrah, iya juga sih... pasalnya aku sedang ada tugas di luar kota waktu itu. Apa yang bisa kulakukan. Janji dengan teman berantakan karenanya. Perjalanan balik ke Bandung pun garing karena tak ada ponselku. Tapi gak papa, aku berhasil bersabar. Sabar itu nikmat juga rupanya.
Senin malam, aku mengantarkan ponselku ke tempat servis. Aku ternyata harus menunggu 2 minggu untuk bisa menggunakannya kembali, dengan catatan jika ponselku bisa berfungsi normal. Konsekuensi lain yang harus kuhadapi adalah ludesnya data-dataku di dalamnya.
Di tengah semua kondisi itu, aku berpikir ambisius untuk membeli ponsel baru. Tak punya uang? tidak masalah. Aku bisa meminjam ke temanku. Tapi tunggu dulu!
Aku menarik nafas, kurasa ini bukan satu hal yang baik. Bukankan ini terlalu terburu-buru? Okee...lagi-lagi aku berhasil bersabar, menunda keputusan.
Hari berikutnya aku mencoba mencari info mengenai ponsel yang aku inginkan untuk mengganti si Biru. Tapi kali ini aku memprioritaskan pada kelemahannya. Ow ow, ternyata dia juga sering hang daaan masih banyak lagi kekurangan lainnya.
Aku akhirnya konsultasi pada temanku mengenai ponsel tipe si Biru dan menceritakan semua pengalamanku dengannya. Aku baru saja menyadari di mana letak kesalahanku : aku menginstall aplikasi ilegal di dalamnya, tidak memback-up data-data termasuk phone booknya dan tidak mengupgrade sistemnya. Dia bilang, "kalau sudah diservis dan direinstall, tidak masalah kok digunakan lagi, asal kamu tidak mengulangi hal-hal tadi".
Aku merasa menjadi orang yang paling bodoh dan ceroboh di dunia. Tapi aku bersyukur kini aku telah belajar untuk bersabar dan tidak tergesa-gesa. Teknologi apapun di dunia ini pasti punya kelemahan, kalau kita memandang pada kelebihan-kelebihannya tak ada habisnya kita butuh uang untuk membeli yang baru. Ini setali tiga uang dengan filosofi "manusia tak ada yang sempurna". Jadi selama si Biru masih bisa dipakai, aku berniat setia padanya.
Di akhir perenunganku aku ingat janjiku pada diri sendiri kala membeli si Biru: Aku tidak akan membeli ponsel lagi selama tiga tahun kedepan!
Mari kita lihat pembuktiannya...
3 Guru
Temans, aku menyimpulkan beberapa hal kecil tapi memiliki arti dan mudah-mudahan bisa aku atau kalian jadikan pegangan dalam hidup. Menurutku ada tiga sumber pembelajaran sederhana dalam hidup ini. Bisa juga kita sebut ’Guru Sejati’ tapi orang seringkali melupakan mereka karena sifat egosentrisnya
Masa Lalu
Sebagian orang bilang, kesalahan atau kegagalan merupakan guru terbaik untuk meraih sukses. Tapi aku bilang mereka adalah bagian dari soko guru bernama Masa Lalu. Salah seorang teman pernah berkata, keledai saja tidak jatuh dalam lubang dua kali –meski belum pernah membuktikan sih, trus kenapa kita kadang susah belajar dari masa lalu?
Jawabannya adalah kenyamanan kita berada dalam kedok bernama ’kebiasaan dan karakter’ (cieehhh kata-katanyaa ngga nguatin). Iyah soalnya aku sendiri merasa ketika aku memiliki kebiasaan sangat terbuka, terlalu jujur dan polos ketika berhadapan dengan orang, meskipun aku merasa ini yang terbaik, tapi ternyata tidak. Seharusnya aku bisa lebih menjaga dan mengendalikannya demi kebaikanku. Sebisa mungkin aku perbaiki kebiasaan-kebiasaan kita yang kurang menguntungkan.
Aku pernah berdiskusi mengenai kebiasaan-kebiasaan yang akhirnya membentuk karakter. Salah seorang sepupuku bilang ”Aku kan sering dimanja orangtuaku waktu kecil, jadi ya bukan salahku kalau aku kekanak-kanakan dan kalau pengen sesuatu musti keturutan”, atau kisah sahabatku yang bilang ”Aku ini cuek dan egois, mungkin bawaan dari kecil yang kurang perhatian dari Ayah dan Ibu akibat mereka serius sekali bekerja”.
Bila aku bandingkan diriku dengan mereka, alhamdulillah aku diasuh dengan penuh perhatian dan prinsip bahwa bila menginginkan sesuatu harus dengan usaha dan melihat kemampuan diri. Jadi aku juga tidak menyalahkan mereka.
Tapi bayangkan saja, ketika dalam situasi resmi misalnya meeting dengan klien, sepupuku bersikap kekanakan? Atau saat kencan pertama sahabatku cuek pada cewek yang dia ajak kencan?
Maka dari itu kita lebih berani menyesuaikan diri. Harus berani mengatakan, aku sadar bahwa aku kekanakan atau aku cuek jadi aku akan mengendalikan kebiasaanku itu tergantung situasi dan kondisinya. Perubahan adalah keniscayaan. Tidak harus berubah 180 derajat, tapi dari masa lalu, kebiasaan-kebiasaan atau karakter; kita bisa lebih mengenal diri dan fleksibel berada di dalam kondisi apa pun
Orang Lain
Seringkali kita hanya bisa membicarakan dan mengeluhkan kekurangan orang, tanpa menjadikan pembicaraan itu bermanfaat buat kita. Maksudku, akan lebih bermanfaat apabila sebelum membicarakan atau setidaknya pada saaat membicarakan hal itu kita kembalikan dulu ke diri sendiri. Apakah kekurangan tersebut ada juga pada kita, bagaimana caranya supaya kita tidak seperti dia dan mungkin apa yang bisa kita lakukan untuk memberikan masukan untuk si orang yang dibicarakan tanpa menyinggungnya.
Ada pepatah mengatakan, orang cerdas belajar dari kesalahan diri sendiri tapi orang bijak belajar dari kesalahan orang lain. Belajar dari orang lain pun bukan hanya soal kekurangan, tapi juga menjadikan kesuksesan orang lain sebagai motivasi untuk mempelajari cara-cara dia sukses.
Kita bisa belajar bersyukur melalui orang lain. Ketika teman sedikit mengeluh suaminya yang bekerja di Kalimantan dan hanya pulang sekali sebulan, dia harusnya membandingkan dengan teman yang lain yang suaminya kerja di Papua dan hanya pulang 3 bulan sekali. Itupun hanya karena tugas kantor dan harus menempuh beberapa kali rute perjalanan. Atau dia harus lebih bersyukur karena masih banyak yang sampai saat ini belum memiliki suami
Kitab
Apapun agama kita, pasti ada sesuatu yang dijadikan pedoman, biasa disebut kitab. Mengapa kitab bisa jadi guru? Karena kitab (saya merujuk pada kitab saya dan beberapa hal yang saya ketahui tentang kitab agama lain) berisi kisah masa lalu, amanah masa kini dan ramalan masa depan. Kalau saya salah mohon dikoreksi.
Saya mengalami suatu keajaiban kecil. Ketika saya ada masalah, lalu saya mencoba membaca kitab agama saya dan sekaligus terjemahannya. Aneh, banyak solusi saya temukan di situ. Beberapa memang tersirat, tapi tak sedikit juga yang tersurat dengan jelas. Karena itulah saya semakin yakin, bahwa kitab suci bukan hanya simbol agama semata, bukan hanya sesuatu yang wajib dipedomani, tapi intisari kehidupan termaktub di situ.
Temans sekali lagi semua itu hanyalah pendapatku. Beberapa kisah memang ku ambil dari kisah-kisah terdekatku, jadi maaf kalo ada yang ngerasa kisahnya dipake. Hehehe.
Tuesday, February 09, 2010
Sabar sampai sebatas langit
Sebelumnya sih aku coba cari-cari bahasan mengenai Sabar di web langgananku http://www.cafemuslimah.com tapi lama juga ketemunya --aihh gak sabaran juga ini, dah gitu gak ada tools pencariannya (kecuali yang nge-link ke Om Gugel juga).
Humm, link pertama yang muncul adalah http://www.ulamasunnah.wordpress.com. Mari kita lihat.
*baca...baca..baca...owh begituu yayaya (angguk-angguk)
Jadi begini sodara-sodara sebangsa dan setanah air
ternyata menurut blog tersebut sabar artinya 'menahan diri', dari ulama (disarikan dari Syarh Riyadhis Shalihin karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin) sabar itu ada tiga:
1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah, misalnya bila belum mampu bayar zakat atau haji, harus sabar, karena rezeki orang sudah diatur
2. Sabar dalam menjauhi yang diharamkan Allah, misalnya berbuat zina, minum khamr, riba, dll
3. Sabar dalam menghadapi musibah
Nah kalau dari situ sih, hanya pertanyaan nomor dua yang terjawab.
Mari kita coba cari yang lain... wah ini dari http://semangatislam.blogspot.com malah mengartikan sabar adalah ketika ada dua pilihan dan kita tetap memilih berada pada pilihan yang benar walaupun berat dan susah, itulah dia sabar. Merujuk pada kisah Umat Nabi Musa di QS. Al Baqoroh ayat 61.
Kok gak ada penjelasan yang lebih down to earth yah, humm...
Baiklah, mari kita baca satu situs lagi, kan kalo belum tiga kali, belum afdol...
*baca...baca...baca...
wah yang terakhir ini lebih ngena. Liat di http://iwandj.wordpress.com, penulis mengutip Al Baqarah ayat 155, begini artinya "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,..."
kemudian penulis menerjemahkan bahwa berdasarkan ayat tsb sabar adalah tahan menderita dari yang tidak disenangi, dengan ridha dan lapang dada serta menyerahkan diri hanya kepada Allah semata-mata.
Nah yang berikutnya nih yang mantaps :
Barangsiapa yang mengeluh dari buruknya kelakuan orang lain kepada kita, berarti ia tidak sabar, karena budi pekerti yang baik(akhlakul karimah) ialah sanggup menderita dari yang tidak disenangi. Maka boleh dikatakan bahwa semua akhlak Islam yang terpuji tersimpan dalam golongan sabar ini. Tatkala para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang iman, beliau bersabda :
“Iman adalah sabar dan berlapang dada/bermurah hati.” (HR. Thabrani)
“Sabar setengah dari iman, kedudukannya bagaikan kepala daripada jasad.” (HR. Ahmad)
Subhannallah...Okay!! Sip!! Gak perlu eksplisit lah.. sekarang aku mengerti apa yang harus aku lakukan.
Alhamdulillah...jadi semangat lagi! Terima kasih semuanya...
Monday, December 28, 2009
Ketika Kita Berkumpul
Suatu hari, kami, 4 orang bersahabat mendapati salah satu dari kami akan menikah. Dua orang di antara kami terlambat mengetahui informasi tersebut sehingga hanya salah satu yang memiliki kesempatan menjadi saksi dalam pernikahan.
Akhirnya kami membuat janji bertemu dua minggu setelah hari H, mengunjungi sahabat yang menikah. Pertemuan yang mengharukan. Diawali dengan membangunkan sang penganten baru kala mereka sedang tidur siang bersama, hihihi.
Pembicaraan dimulai dengan senda gurau, canda-canda mengenai penganten baru. Maklum kami bertiga merasa aneh, sahabat yang dulu hanya segerombolan anak kecil tiba-tiba salah satu di antaranya sudah melangkah ke jenjang hidup yang lebih tinggi. Ada sebuah gejolak ketidakpercayaan, nostalgia dan perasaan malu-malu.
Berikutnya dibumbui dengan curahan hati, bahwa salah satu di antara kami, ingin cepat-cepat menyusul. Tapi orang tuanya belum menyetujui niatnya. Kakak perempuannya yang paling tua belum jua menemukan tambatan hatinya membuat sahabat yang ini tersandung. Bolak-balik dia bilang, “Aku pengen cepet kawin!!!”. Hahaha, kami tergelak dibuatnya.
Yang lain menimpali dengan kabar bahwa setelah tiga setengah tahun pacaran, dia putus dengan pacarnya. Kini di saat tuntutan untuk berumah tangga semakin menggema di sekelilingnya, dia harus berjuang mendapatkan yang baru.
Satu orang lagi, kelihatan adem ayem padahal masih jomblo, dia bercerita sedang dekat dengan seseorang lelaki yang baru dikenalnya melalui situs jejaring sosial. Ketika sedang asik berbincang, teleponnya berdering, “Dari cowok ituu”, katanya sambil tersenyum centil, memutuskan keluar ruangan supaya lebih khidmad melanjutkan obrolan kangennya.
Entahlah, banyak ungkapan yang ingin kami utarakan dari mulut ini, tapi yang terdengar hanya tawa kebahagiaan. Bersyukur kami masih bisa melalui segala keajaiban ini bersama. Salah satu dari kita berseloroh, “Mari kita saling mendoakan supaya setahun lagi, kita tidak hanya kumpul ber-empat, melainkan ber-delapan. Dua tahun berikutnya bias jadi ber-duabelas, hehehehe”. Aamiiin.
Tuesday, October 06, 2009
Dia yang Tak Pernah Mengeluh

Sudah dua tahun ini, setiap lebaran di kampung halaman, aku bersama saudara sepupuku mengunjungi makam 'emban' kita waktu kecil dulu, mendoakan untuk arwahnya. Dia meninggal mungkin empat atau lima tahun yang lalu.
Lama sebelum dia meninggal -mungkin seumur hidupnya, dia abdikan untuk melayani keluarga kami, keluarga nenekku lebih tepatnya. Nenek dengan 12 anak dan bejibun cucu -kini nenek sudah memiliki cicit malah.
Sekitar sepuluh tahun sebelum dia meninggal, punggungnya bungkuk. Tak ada yang tahu kenapa.
Tapi itu tidak penting.
Hal yang paling aku ingat adalah senyumannya.
Entahlah, aku membayangkan bagaimana dulu dia mengasuh hampir sebagian besaranak dan cucu-cucu nenek yang masih kecil serta memiliki bermacam watak dan karakter. Aku ingat bagaimana ketika dia mengasuh adikku, aku yang waktu itu baru berumur 5 tahun, lagi marah sama dia yang malah melindungi adikku. Aku sampai mengacungkan kursi, berniat memukulnya. Tapi dia hanya tersenyum.
Di masa tuanya, alih alih tinggal di rumahnya sendiri, dia menghabiskan hidupnya di rumah nenekku, tak mau lagi mengasuh anak-anak. Kami: aku dan saudara sepupuku selalu kangen sama dia. Jika kami bertemu dengannya yang keluar dari mulutnya hanya doa untuk kami, semoga menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan agama. Suatu kali aku menemukannya berdoa usai sholat di atas sajadah merah kusutnya, menangis memanjatkan doa.
Dia selalu tersenyum, tak pernah mengeluh terhadap apapun. Meski punggungnya bungkuk, aku ingat dia tetap disiplin membawa ceret penuh air tiap pagi untuk dididihkan dan menyeduh teh.
Mbah Ito, kini 'cucu-cucu' yang kau asuh telah menjadi orang seperti yang kau harapkan. Doa kami selalu menyertaimu.
Tuesday, September 08, 2009
Catatan Persahabatan
Tapi seharusnya aku tidak perlu takut. Karena nanti aku pun akan menempuh jalan yang sama. Aku akan memiliki kehidupan baru yang tak kalah menyenangkan, meski akan jarang ada janji karaoke, bilyard, hang-out, charity dan segala macam ke-asikan kaum muda.
Kelak, aku memang tidak perlu takut. Karena akan terlihat tiga empat pasang asik bersenda gurau di sudut rumah salah seorang sahabat, sementara di ruangan lain terdengar riuh suara anak-anak, sedang berebut mainan...
Monday, September 07, 2009
Tawa di Sela Perpisahan
![]() |
| Cirebon, Juni 2009 |
senyum ceria saat pagiku tiba,
senandung rindu kala siangku datang,
nina boboku saat malam menjelang.
Bagiku kau istimewa,
menyayangimu begitu sederhana,
memahamimu tak perlu banyak kata,
senyumanmu selalu segarkan jiwa.
Pertemuan kita istimewa,
ketertarikan kita istimewa,
hari-hari bersamamu istimewa,
namun jarak antara kita pun istimewa.
Bagiku kau istimewa,
jikalau jarak tak pernah bersahabat dengan kita,
aku menerimanya,
karena bagiku kau istimewa...
dan aku ingin kau bahagia.
***
Aku tidak ingin membuat siapa pun sakit hati, aku tak berniat menjadikan siapa pun cemburu, aku juga tidak bermaksud mengistimewakan semua yang akhirnya tidak membuat siapa pun merasa istimewa karenanya.
Saturday, May 09, 2009
Gadis kecil yang beranjak dewasa part 2
Suasana pagi dengan aroma tanah sehabis diguyur hujan semalam menambah melankolis semuanya. Lagu-lagu berdendang dari MP3 playerku, selalu, menemaniku tiap Sabtu pagi.
Aku memikirkan banyak hal.
Aku memikirkan :
seandainya aku bersama keluargaku, jogging di taman ini. Kita akan makan kupat tahu bersama.
seandainya aku ditemani kekasihku, jogging di taman ini. Kita akan berfoto di bawah pohon itu.
hari selasa besok aku akan keluar kota, bagaimana supaya semua lancar. . .
apakah hari ini aku menginap di tempat tante. . .
haruskah hari ini aku ke kantor. . .
aku akan membeli susu kedelai itu setelah jogging
aku mau ke salon, jadi gak ya
teman-teman sebayaku sudah merasakan bagaimana hamil, sementara aku belum
mengapa laki-laki begitu mudahnya tertarik padaku, tapi setelah ku respon aku didiamkan saja
mengapa anak laki-laki itu menabrak pohon ketika naik sepeda
mengapa tidak ada cowo keren saat ini
banyak relasi yang belum aku hubungi
banyak video belum aku edit
wah, banyak banget yang aku pikirkan sampai aku berharap;
Aku ingin sebentar saja merasa tenang dan tidak mengkhawatirkan banyak hal.
*suara helaan nafas
Sabtu depan, aku akan jogging lagi dan sepertinya akan lebih banyak hal yang aku pikirkan
Sunday, April 05, 2009
Senangnya hatiku, turun panas demamku, kini aku bermain dengan riang...
hari jumat orang kantor pada ngumpul, lengkap, acaranya seru, video yang ku buat lucu banget kata mereka
Aku lagi puyeng karena :
kerjaan banyak, video belum juga selesai diedit, musti ngurus BIT, mikir penilaian video, evidence KM belum dibuat...grr
Sahabat bermata coklat
Alhamdulillah, hari ini aku bertemu dengan "sahabat"ku, sahabat yang 5 tahun lalu meninggalkanku menuju pulau nan jauh, Papua.
Sekarang, dia masih : realistis. Ya aku ingat istilah itu di akhir emailnya 5 tahun yang lalu : be realistic, he said.
Tadi, dia banyak bercerita dan sepertinya dia akan kembali lagi ke Papua beberapa bulan mendatang. Tujuan dia datang ke Klaten adalah belajar 'ilmu' baru untuk membuka bisnis di sana, setelah sekian bisnis dan kerjaan berhasil ia geluti hingga saat ini. Bisnis barunya : Toko Kue Tart di Jayapura, wow?!? what a very realistic thing?! Belum banyak yang jual kue tart di Jayapura katanya.
Dia juga bercerita mengenai hal lain. Membuatku memiliki lebih banyak sudut pandang dalam menilainya. Di satu hal dia begitu curiga,di hal alin dia berprasangka baik. Hmm, ada juga hal-hal yang tidak dia katakan secara gamblang. Dia begitu hati-hati namun pikirannya kaya. Aku iri.
Cerita-ceritanya mengusik anganku tentang teman-teman SMA-kita. Begitu banyak yang berubah. Ku kira tak sedikit di antara mereka mengalami saat-saat penting. Saat di mana sebuah keputusan harus diambil. Kadang dibutuhkan keberanian besar dan terbukti mereka melaluinya dengan baik.
Satu yang paling kurindukan dari sahabatku adalah mata coklatnya. ya, mata coklat yang memancarkan kecerdasan, kedewasaan, ketabahan rasa sayang serta misteri. Kemudian, sembari mengamati mata coklatnya, aku menyadari bahwa baru kali ini dia bicara dengan santai denganku, selayaknya teman biasa. Dulu...sama sekali tidak seperti ini.
Kenangan terangkat. Bagaimana dulu aku menyimpan sebuah perasaan istimewa tentangnya. Bagaimana aku melewati hari hanya memandangnya tanpa berani mendekati. Bagaimana dia membuatku begitu penasaran terhadap sosok lelaki.
Sungguh, kita tak pernah bicara sesantai ketika pertemuan itu.
Sahabat, aku masih ingin berbicara denganmu. Membahas bagaimana kau, aku, kita, dulu, kini dan masa depan. tak cukup hanya satu jam tentu, bahkan sehari pun tak bisa selesai.
"Sahabat, datanglah malam ini,
meski hanya sejenak,
aku merindukanmu,
masih merindukanmu"
Kira-kira,apa yang sahabatku pikirkan saat ini?
Dia tak jua datang menemuiku.
Mungkin aku pun orang yang bodoh,
menganggap masa kini akan sama dengan masa lalu. Kenangan tinggal kenangan. Dia dan aku melangkah ke arah yang berbeda. Sejak 5 tahun yang lalu.
Aku tak bisa menemukan jawab, seperti apa jika kita bersama sekarang.
Aku bahagia, sungguh bahagia dipertemukan denganmu sahabat. Maka aku harus membuat keputusan seberani, setegas dan setangguh teman-teman SMA-kita, bahwa aku akan melangkah. Inilah aku kini, sahabatku.
Minggu, 29 Maret 2009
Semalam, sahabatku tak datang
aku menunggu
berharap dia lah yang tiba di pintu itu.
aku dengan sabar menanti
detik demi detik hingga ujung malam
sahabatku tetap tak datang.
Ya Allah, cobaan mana lagi ini? Aku hanya makhlukmu yang lemah, mudah terbawa nostalgia dan angan, Engkau tahu aku menyayangi sahabatku, dulu dan mungkin kini...
Hari ini aku berangkat ke Bandung,
sahabatku menyusul
namun kita tetap tak bertemu
setelahnya, aku hanya bisa bertanya dalam hati
cobaan mana lagi ini?
akankah aku dan sahabatku bisa bersua kembali?
Sunday, March 22, 2009
Anak kecil yang merasa belum dewasa, belajar dari banyak hal
Sabtu ini aku menumpahkan segelas kopi di lantai kamar. Hanya gara-gara aku penasaran satu butir almond yg tadinya bertenger rapi di atas donat yang aku makan, tiba-tiba melompat kesenggol jatuh di bawah tempat tidurku. Langsung aku beratraksi, turun untuk mengintipnya, nungging dengan suksesnya.
Tiba-tiba, prang, gelas jatoh, kena kaki, kopi tumpah, hasratku untuk minum kopi sambil makan donat pagi-pagi langsung musnahh. Kopi yang baru ku-sruput sekali ituuu, tumpaaahhh.
Yaaa, bukan kopinya sih yg aku pikirkan. Tapi tumpahan kopi itu mengalir ke balik kolong tempat tidurku dan artinya AKU HARUS NGEPEL LANTAI SAMPAI KE KOLONG-KOLONG TEMPAT TIDURKU, padahal: AKU PALING TIDAK SUKA PEKERJAAN MENGEPEL LANTAI, dan asal tau aja LANTAI KAMARKU TERAKHIR AKU PEL BULAN JULI 2008.
Uhuk uhuk uhuk, segalanya berharga, gak ada yg sia-sia. Hikmahnya : tentu saja aku harus, terpaksa dan bersusah payah mengepel lantai. Dan hasilnya : kamarku bersih dan haruummm, sambil sekalian olah raga di pagi hari. Huekekeke...
Tapi teteup, aku paling gak suka mengepel lantai!!! susah bowww...
Sunday, March 15, 2009
Kenapa sih gak dari dulu? *semua pasti ada hikmahnya
Btw, aku pengin impor data dari blog-ku yg lain2. hmm bisa ngga ya?
Monday, March 09, 2009
Tiba-Tiba Banyak Acara Musik
Di tengah-tengah keterbatasan acara musik di televisi, SCTV muncul dengan Inbox berdurasi sekitar satu jam. Sayangnya entah mengapa Inbox hanya menyajikan musik dalam negeri. Kendati demikian, cukuplah, aku yg waktu itu sedang mengerjakan skripsi dan dijelang saat-saat menganggur, terhibur dengan Inbox. Ada sih tambahan acara musik, tapi tidak rutin misalnya Karnaval SCTV dan TOP HITS RCTI. Tapi gak begitu suka acara yg live begitu.
Tapi tak mau kalah dengan SCTV, tau-tau RCTI melempar Dahsyat dengan konsep yang bagus. Aku pikir dana yang dibutuhkan untuk menyewa lokasi dan membuat panggung outdoor seperti di Inbox bisa dihemat oleh Tim Dahsyat dan dialokasikan untuk membayar presenter sekelas Luna Maya, Olga dan Raffi yang lagi naik daun. Terbukti mereka bertiga akhirnya yang mendongkrak rating acara tsb. Gaya mereka kocak, interaktif dan kompak membuat penonton begitu terhibur. Selain itu, bintang tamu yg dihadirkan beragam setiap harinya jarang sekali sama.
Inbox yang lebih dulu ada malah monoton menghadirkan The Sisters, Ardina Rasty dan The Aldys, sampai aku bosan dibuatnya. Dahsyat dengan durasinya yang lebih panjang berhasil menghadirkan lebih banyak video musik.
Tayangan musik lainnya bermuculan, sebut saja Kiss Vaganza dari Indosiar, On The Spot dari Trans 7 dan Derings dari Trans TV. Hohoho, tampaknya musik kini jadi dagangan yang laris manis kembali, karena band-band lebih cepat bermunculan daripada dekade sebelumnya.
Bagus, bagus, hidup jadi lebih berwarna dengan banyak acara musik. Tapi aku masih menunggu stasiun TV yang berani membeli musik-musik dari luar negeri dan membuat pengetahuan musik luar penonton televisi juga ter-upgrade.
Kisah sebuah nama
Suatu ketika ada juga yang nostalgia karena ternyata satu almamater SMA denganku, eh aku ditanya siapa nama wali kelasku, aku lupa. Siapa guru Fisika, Bahasa Inggris dan guru olahraga, lupaaa semua.
Kata orang, otak manusia sebenarnya kapasitasnya begitu besar, tapi mengapa untuk mengingat sebuah nama saja susahnya minta ampun. Maafkan aku.
